KELILING TOKYO DENGAN 165 RIBU !!!

Kartu Subway terusan 48 jam
 *yang masi kusimpan
Musim panas 2 tahun lalu adalah salah satu waktu bersejarah dalam hidup, wkkwkw gimana engga. After a long dramatical journey, I am safety arrived to Tokyo officially. Setelah nunggu kurang lebih 2 tahun, dan akhirnya kesampean juga terbang ke Jepang. Asli sih. Kalau diinget hype senengnya masih bisa buat senyum-senyum sendiri sampe sekarang.

Waktu itu aku terbang di peghujung bulan juli dan sampe di awal agustus. Dengan berbekal rencana itinery selama 5 hari 4 malam, kita berenam. Iya berenam wkwkwk. Mengitari area Tokyo metropolitan tanpa suica tanpa pasmo. Sebenernya pilihan keliling Tokyo dengan kartu Tokyo Subway yang satu ini bisa dibilang sangat tepat. Kenapa? Yaa karena harga dan layanan yang ditawarkan sangat affordable, pas banget di kantong backpacker ala ala seperti diriku.
Untung banget aku tau ada kartu yang satu ini dari tourism information center di stasiun ueno. Sungguh penyelamat. Jadi tiket terusan ini ada 3 macam dan memang khusus diperuntukkan untuk turis yang ingin mengelilingi Tokyo metropolitan area. 3 jenis itu adalah :

A.    Tiket terusan 24 jam : 800 yen
B.     Tiket terusan 48 jam : 1.200 yen
C.     Tiket terusan 72 jam : 1.500 yen

Ya kalau dikalikan kurs pada saat itu (1 yen = 132), harganya sekitar 110.000/165.000/207.000.

Dan waktu itu aku beli yang 48 jam 1.200 yen, 2 hari nonstop ueno-shibuya-ueno-shibuya-ginza-ueno-asakusa-ueno. Lupasih kenapa cuma beda 300 yen aku ngga beli yang 3 hari aja. Wkwkkw.

Kenapa aku bilang kartu ini murah? Karena kalau dirinci tiap perjalanan. Dengan destinasi 1 hari 2/3 tujuan berbeda + perjalanan pulang. Sehari tuh bisa menghabiskan lebih dari 500 yen gais. Asli. Soalnya sekali naik mrt untuk jarak 2 stasiun aja harganya 160. Jadi ya bisalah ya dihitung sendiri )). Dengan 1 kartu ini kalian bisa muter sepuasnya. Bolak-balik shibuya – ueno juga ngga masalah. Asal inget jam terakhir keretanya yaaa wkwkw.

Kartu ini bisa digunakan unlimited sesuai dengan masa berlaku untuk berbagai line yang ada di Tokyo. Line? Iya garis wkwkkw. Ngga canda deng. Jadi tiket ini hanya bisa digunakan utuk line di Tokyo Metro dan Toei Subway. Mana ajasih jalur yang termasuk ? Nah berikut rincian sesuai warna jalurnya :
No.
Jalur Tokyo Metro
Jalur Toei Subway
1.
Ginza Line
Asakusa Line
2.
Marunouchi Line
Mita Line
3.
Hibiya Line
Shinjuku Line
4.
Tozai Line
Oedo Line
5.
Chiyoda Line

6.
Yurakocho Line

7.
Hanzomon Line

8.
Namboku Line

9.
Fukutoshi Line


Gampangnya, Tokyo subway ini hanya bisa untuk muter di line yang besar, bukan line pinggiran yaa. Line besar biasanya ditandai dengan garis agak tebal di peta. Sedangkan, line yang pinggiran ya yang tipis. Nah, kemarin kebetulan aku nginep di daerah mikawashima. Eh taun kemaren maksudnya deng. Jadi kalau aku mau ke shibuya, rutenya begini lah kira-kira :

1.     Shim mikawashima – UENO : 160 Yen (ini bayar yaaa, soalnya kan line pinggiran dan ngga termasuk ke dalam rute terusan)
2.  UENO-SHIBUYA (Lewat Ginza Line) : gratisss, eh nggak deng. Maksudnya uda termasuk ke dalam kartu terusan. Jadi tinggal di masukin aja kartunya. Dimasukin ya gais bukan di tap/tempel.

Berhubung peta jepang adalah salah satu peta mrt yang masyaallah. Sangat berwarna naik turun dan agak susah untuk dipahami. Nggapapa kok kalo sampe mau berangkat tetep nggabisa baca. Percaya deh. Kalau uda sampe sana tiba-tiba bisa aja gitu bacaanya. Tiba-tiba pinter lah pokonya.

Peta Tokyo
*yang juga masi kusimpan

Dann tips lain untuk menekan biaya transportasi di Tokyo adalah meminimalisir penggunaan bus. Kenapa? Karena bus bisa jadi salah satu option wasting money terbesar. Apalagi buat yang pertama kali ke jepang. Pasti kan tuh sesekali nyasar dan nyampe di antah berantah. Nah kalau kalian naik bis terus. Pasti bakal mengeluarkan ratusan yen yang tak berdosa. Beda cerita kalau naik mrt. Asal stasiun tujuan kalian tetap. Kalian nggak bakal rugi uang. Paling-paing sih rugi waktu aja hehehe. Yaiyalah, 
namanya juga nyasar.

Permisalannya begini… Jadi misal kalian dari Asakusa mau ke Ginza. Nah kalian salah turun stasiun, atau salah arah.Tapi selama tujuannya sama, ujung-ujungnya  akan ke Ginza. Kalian bisa muter arah. Atau naik mrt selanjutnya tanpa bayar lagi. Karena yang terhitung adalah jarak stasiun awal dan stasiun akhir. Makanya kalau nyasar naik mrt aja yaaa ))).

Oiya buat yang nanya, gimana cari tau jalan dari tempat A ke tempat B, kalian bisa mengandalkan si google maps. Doi udah tau kereta apa yang harus kalian naiki, line apa, jam berapa datengnya, bahkan perkiraan harganya. Kalian cukup search dan isi tempat asal dan tempat destinasi kalian. Simple kan? kalo masi bingung yaa bisa tanya warlok, tapi usahakan dengan bahasa tubuh yang jelas ya eheeee)). 

 contoh manfaat nyata google maps

Muter-muter di Tokyo tentu tidak afdol kalau tida membeli oleh-oleh. Dan salah satu dari sekian toko yang unforgattable adalah 1st floor di Tokyo Tower (Foot Town). Asli di sini banyak banget pernak-pernik lucu, kaos, tas, gantungan, yah banyak lah ya. Untuk menekan biaya. Wkwkwk. Lagi-lagi kita berenam memakai sistem cek harga terlebih dahulu. Jadi selama beberapa hari awal, kita melihat harga terlebih dahulu di berbagai tempat (Asakusa, akibahara, dan Tokyo tower). Dari 3 tempat tersebut, bisa dibilang Tokyo tower cukup murah karna masih bisa ditawar dikit hehehe. Tokonya pun bersih dan nyaman, plus nggak serame Asakusa yang panas banget apalagi pas summer. (yaiyalah indoor).

Rate harga oleh-oleh Jepang sesungguhnya memang cukup menguras kantong sih. Jadi mungkin perlu dipikirkan dari awal rate expense khusus untuk pengeluaran yang ini. Harga kaos bertuliskan tulisan Tokyo atau kanji dibandrol dengan harga rerata 1000 yen (kurleb 130rb). Dan untuk pernak-pernik harganya mulai 300 yen (kurleb 50rb). Of course harga ini bisa berubah sewaktu-waktu oleh berbagai macam keadaan yes.

Jadii, salah satu solusi sejuta umat buat beli oleh-oleh yang lebih murah adalah DAISO. Biasanya barang yang dijual antar cabang DAISO bisa beda. Jadi misalnya di DAISO Odaiba ada, di Daiso Shibuya engga. Dan begitulah sebaliknya. Rate harganya pun 100 yen untuk all item yang tidak ada stiker harganya. Mulai dari gantungan kunci, botol minum hello kitty, snack shincan, biscuit, coklat lap motif jepang, sumpit, yaa banyak deh. Memang sih di Jakarta ada DAISO juga, tapi yaa itu. Harga rate di Jakarta lebih mahal 2x lipat (sekitar 200 yen atau kurleb 25rb) untuk all item yang tidak ada stiker harganya. Jenis koleksi barangnya biasanya juga beda. Jadi kalo pastiin buat mampir DAISO buat cuci mata ya! Inget kalo nemu barang unik dan ga berlabel harga, sikat aja )) karena belum tentu nemu di cabang lain haha.

Tempat ketiga untuk berburu oleh-oleh adalah MEGA DON QUIJOTE atau gampangnya dipanggil dongki ajalah wkkw. Toko ini gede banget, dimana setiap lantainya menjual semua hal sesuai kategori. Dari makanan, baju, pernak-pernik, hingga makeup. Mainan. Bisa dibilang, toko ini lebih lengkap dibandingkan MINISO ataupun toko lain. Tetapi range harganya beragam dan menyesuaikan dengan barang yang kalian pilih ya!

Muterin MEGA DON QUIJOTE di Shibuya butuh waktu dan tenaga yang lumayan, karena banyak barang-barang lucu, makanan yang nggatau itu apa karna buta huruf kanji, dan berbagai minuman lucu semisal : Thai Tea bening, Coca cola bening. Cobain deh. Biar tau “How santorini selling their unique point.”

Terus shock culture dan drama bandara di Jepangnya mana? Tenang, ada di chapter selanjutnya yaaa ehe!!!



Komentar

Postingan Populer